Arielaut's Blog

Just another WordPress.com weblog

DAMPAK TUMPAHAN PT. PERTAMINA TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE DI PANTAI BALONGAN INDRAMAYU

PENGARUH EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI MINYAK BUMI PT. PERTAMINA UP VI BALONGAN TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE DI PANTAI BALONGAN INDRAMAYU
Kawasan hutan mangrove adalah salah satu kawasan pantai yang sangat unik, karena keberadaan ekosistem ini pada daerah muara sungai atau pada kawasan estuary. Mangrove hanya menyebar pada kawasan tropis sampai subtropics dengan kekhasan tumbuhan dan hewan yang hidup disana. Keunikan ini tidak terdapat pada kawasan lain, karena sebagian besar tumbuhan dan hewan yang hidup dan berasosiasi di sana adalah tumbuhan khas perairan estuary yang mampu beradaptasi pada kisaran salinitas yang cukup luas.
http://www.pantai.netfirms.com/Mangrove.html

Ekosistem mangrove secara fisik maupun biologi berperan dalam menjaga ekosistem lain di sekitarnya, seperti padang lamun, terumbu karang, serta ekosistem pantai lainnya. Berbagai proses yang terjadi dalam ekosistem hutan mangrove saling terkait dan memberikan berbagai fungsi ekologis bagi lingkungan. Secara garis besar fungsi hutan mangrove dapat dikelompokkan menjadi :
1. Fungsi Fisik
– Menjaga garis pantai
– Mempercepat pembentukan lahan baru
– Sebagai pelindung terhadap gelombang dan arus
– Sebagai pelindung tepi sungai atau pantai
– Mendaur ulang unsur-unsur hara penting

2. Fungsi Biologi -Nursery ground, feeding ground, spawning ground, bagi berbagai spesies udang, ikan, dan lainnya -Habitat berbagai kehidupan liar

3. Fungsi Ekonomi
Akuakultur
Rekreasi
Penghasil kayu
http://web.ipb.ac.id/~dedi_s/index.php?option=com_content&task=view&id=19&Itemid=55
Perairan wilayah pesisir salah satu ekosistem yang sangat produktif di perairan laut kita tetapi dibalik semua itu ternyata potensi dari wilayah pesisir kita ini tergerus oleh aktivitas berbagai macam pembangunan serta eksplorasi dan eksploitasi yang kurang bertanggung jawab, sehingga sering menimbulkan dampak negatif terhadap potensi sumber daya tersebut. aktivitas tersebut diantaranya industri, pariwisata, pertambangan, navigasi, transportasi yang sering tumpang tindih, sehingga tidak jarang manfaat atau nilai guna ekosistem tersebut menurun. berbagai dampak dari hal trersebut sangat signifikan bagi ekosistem di sekitarnya baik dari ekosistem lingkungan maupun pelaku atau objek dari ekosistem tersebut yaitu manusianya sendiri, dalam artikel ini kita akan mengkaji tentang masalah pengaruh tumpahan minyak dari aktivitas PT. PERTAMINA UP VI BALONGAN Indramayu terhadap ekosistem mangrove di pantai karangsong indramayu, peristiwa ini terjadi sekitar september tahun 2008, saat itu sebuah kapal tanker Arendal yang membawa minyak mentah itu tumpah di anjungan Laut Jawa karena kebocoran pipa dari kapal tanker ke tangki Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan. Tumpahan minyak mentah 150 ribu DWT mencemari laut sejauh 48 kilometer. Sekitar 12.800 lebih hektare tembak udang dan tambak bandeng di 14 kecamatan tercemar minyak. Ini terjadi, antara lain, di Kecamatan Pasekan, Cantinggi, Balongan dan Indramayu. (http://www.indramayupost.com/2009/02/ribuan-warga-indramayu-menunggu-ganti.html).

Dampak tumpahan minyak PT. PERTAMINA terhadap ekosistem mangrove di pantai balongan Indramayu.
Minyak tersebut mencemari pesisir laut indramayu salah satunya di pantai balongan, tumpahan minyak tersebut setelah selang 5 bulan telah menyatu dengan pasir laut sehingga menggumpal serta menempel pada tumbuhan mangrove di sekitar pesisir pantai tersebut, lambatnya penanganan menurut salah satu warga sekitar, hal itu berakibat terhadap tambak serta ekosistem mangrove serta habitat yang menghuni di wilayah tersebut, tumpahan minyak mentah sangat berbahaya bagi tumbuhan mangrove maupun hewan – hewan yang hidup di perairan sekitarnya, seperti invertebrata dan ikan – ikan, dalam studi ini Rutzler dan sterrer (1970) melaporkan bahwa akibat dari tumpahan minyak diesel sekitar 15000 barrel dan minyak “bunker C” Witwater di daerah panama 1968, benih – benih dari avicenia dan rhizophora mati bersama – sama dengan berbagai invertebrata, penyu, burung, alga, yang hidup di daerah intertidal kawasan mangrove.

Maret 31, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: