Arielaut's Blog

Just another WordPress.com weblog

RESUME MATA KULIAH EKOLOGI LAUT TROPIS DAN DAFTAR ISTILAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN EKOLOGI LAUT TROPIS

EKOLOGI LAUT TROPIS

Laut merupakan penghubung (bukan perintang) bagian bumi, yang mempunyai fungsi sebagai sumber biodeversiti yang dimana merupakan sumber bahan makanan untuk melengkapi bahan makanan dari daratan, kemudian sumber mineral, energy fosil (minyak bumi) banyak didapatkan dilepas pantai, sumber energi tidal dan memiliki keanekaragaram yang sangat tinggi, khususnya dilaut tropik: terumbu karang, mangrove.

Karakteristik laut tropis, berdasarkan variasi produktivitas :

a)         Laut Tropis: sinar matahari terus menerus sepanjang tahun (hanya ada dua musim, hujan dan kemarau) ,kondisi optimal bagi produksi fitoplankton dan konstant sepanjang tahun.

b)        Laut Subtropis: intensitas sinar matahari bervariasi menurut musim (dingin, semi, panasdangugur). Tingkat produktifitas akan berbeda pada setiap musim. Pada musim semi: tinggi, sedangkan pada musim dingin: sangat rendah.

c)         Laut Kutub: masa produktifitas sangat pendek (Juli atau Agustus), musim panas: fitoplankton tumbuh.

PENGELOLAAN SUMBER DAYA WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN SECARA TERPADU

Integrated Coastal Zone Management

Pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment)”

(Sorensen & Mc Creary dalam Dahuri 2001)

Potensi SDA Pesisir dan Laut

Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.000 buah pulau. Wilayah pesisir dan luas laut mencakup sekitar 3,1 km2 dan ZEE 2,7 km2. Dan garis pantai memuat habitat yang sangat bervariasi (81 km2), kedua setelah Canada.  Habitat yang bervariasi ini antara lain, seperti, terumbu karang ( terdapat 600 dari 800 spesies yang ada di dunia ), mangrove ( terdapat 40 spesies mangrove sejati dari 50 spesies ), lamun ( terdapat 12 spesies ), rumput laut ( terdapat 56 spesies ), ikan ( 6,6 juta ton/tahun ).

Pesisir

Pesisir merupakan wilayah peralihan antara laut dan daratan, ke arah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh percikan air laut atau pasang, dan ke arah laut meliputi daerah papaan benua.

Ada 2 macam perencanaan dan pengelolaan pesisir, antara lain :

  1. Perencanaan dan Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Sektoral: oleh satu instansi pemerintah untuk tujuan tertentu misal perikanan, konflik kepentingan
  2. Perencanaan Terpadu: mengkoordinasikan mengarahkan berbagai aktivitas kegiatan. Terprogram untuk tujuan keharmonisan, optimal antara kepentingan lingkungan, pembangunan ekonomi dan keterlibatan masyarakat, pengaturan tataruang.

Beberapa kerusakan yang terjadi pada wilyah pesisir, seperti :

  1. Estuaria : Laju sedimentasi menyebabkan pendangkalan
  1. Mangrove : Luas wilayah mangrove berkurang 70% selama 70 tahun terakhir

a)      Konversi menjadi tambak udang,

b)      Menjadi bahan bakar dan arang (ekspor banyak dilakukan di daerah Riau),

c)      Penambangan,

d)     Pembangunan pantai (pemukiman), perkebunan (kelapa sawit) dan pertanian.

  1. Padang lamun : Kehilangan 30-40% selama 50 tahun terakhir

a)      Reklamasi lahan,

b)      Masuknya limbah yang tidak diolah,

c)      Pembangunan pelabuhan dan bangunan laut.

  1. Terumbu karang : Eksploitasi sumberdaya perikanan

a)      Pengambilan karang untuk bahan bangunan dan pembuangan limbah,

b)      Pariwisata dan ledakan populasi biota yang menjadi mangsanya.

Lautan dan Estuaria

Lautan, merupakan satu kesatuan dari permukaan, kolom air sampai ke dasar dan bawah dasar laut. Di luar batas wilayah teritorial (3 sampai 12 mil) sebagai wilayah laut . Estuaria adalah teluk di pesisir yang sebagian tertutup, tempat air tawar dan air laut bertemu dan becampur.

1.EKOSISTEM TERUMBU KARANG

Luas terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya baik. Kerusakan pada terumbu karang banyak ditentukan oleh aktivitas di daratan.

Manfaat Terumbu Karang

a)      Berperan penting bagi pertumbuhan sumberdaya perikanan (sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground and nursery ground),

b)      Mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi),

c)      Sebagai daya tarik wisata bahari ,

d)     Secara global terumbu karang berfungsi sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut,

e)      Sebagai penyerap karbondioksida dan Gas Rumah Kaca (GRK) lainnya.

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Terumbu Karang, adalah :

a)      Air dengan transparansi tinggi (jernih),

b)       Suhu air yang berkisar antara 23 – 32 derajat celcius,

c)       Kedalaman perairan kurang dari 40 m,

d)      Salinitas yang berkisar antara 32 – 36 per mil,

e)       pH 7,5 – 8,5.

Berbagai Ancaman Terhadap Terumbu Karang

a)      Pencemaran minyak dan industri,

b)      Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang,

c)      Peningkatan suhu permukaan laut,

d)     Buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik,

e)      Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien,

f)       Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan,

g)      Perusakan akibat jangkar kapal.

Upaya Pelestarian Terumbu Karang

a)      Mengendalikan/ meminimalkan penambangan karang untuk lahan bangunan,

b)      Mencegah kegiatan pengerukan atau kegiatan lainnya yang menyebabkan terjadinya endapan.

Metode Pengukuran Kondisi Terumbu Karang Berdasarkan Metode Transek Garis

a)      Pemilihan tapak, diusahakan pada lereng terumbu dan dapat mewakili terumbu karang tersebut,

b)      Untuk pemilihan tempat sebaiknya dilakukan dengan metode Manta Towing,

c)      Dalam pemilihan tapak sekurang-kurangnya harus dilakukan pada 2 tempat,

d)     Penandaan titik lokasi yang tepat harus dicatat bersamaan dengan pemilihan tempat,

e)      Sebaiknya gunakan GPS atau kamera photo,

f)       Tandai tapak dimana akan dilakukan transek dengan paku dan pelampung,

g)      Untuk setiap tapak dilakukan min.6 transek dengan masing-masing panjang 50 m, pada setiap 2 kedalaman yaitu 3 m dan 10 m,

h)      Dahulukan transek pertama pada daerah yang miring, kira-kira 3 m di bawah tonjolan terumbu karang,

i)        Transek kedua diletakkan pada kira-kira 9-10 m di bawah tonjolan terumbu karang,

j)        Tenaga dan jumlah personel sebaiknya sama untuk setiap pengamatan awal dan saat pengamatan,

k)      Untuk menghindari terjadinya pergeseran-pergeseran, alat ukur harus selalu berada dekat (0 – 15 m) dengan objek pengamatan dan tetap terkait,

l)        Setelah pengamatan dinyatakan selesai, lokasi ditandai dengan pelampung/ GPS.

2.EKOSISTEM PADANG LAMUN

Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut. Padang lamun ini merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang  tinggi. Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang.

Ancaman Terhadap Padang Lamun

a)      Pengerukan dan pengurugan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri dan saluran navigasi),

b)      Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin,

c)      Pembuangan sampah organic,

d)     Pencemaran limbah pertanian,

e)      Pencemaran minyak dan industry.

Upaya pelestarian Padang Lamun

a)      Mencegah terjadinya pengrusakan akibat pengerukan dan pengurugan kawasan lamun,

b)      Mencegah terjadinya pengrusakan akibat kegiatan konstruksi di wilayah pesisir,

c)      Mencegah terjadinya pembuangan limbah dari kegiatan industri, buangan termal serta limbah pemukiman,

d)     Mencegah terjadinya penangkapan ikan secara destruktif yang membahayakan lamun,

e)      Memelihara salinitas perairan agar sesuai batas salinitas padang lamun,

f)       Mencegah terjadinya pencemaran minyak di kawasan lamun.

Metode Pengukuran dan Penentuan Status Padang Lamun

a)      Metode Transek Garis atau Line Intercept Transect (LIT) dan Petak contoh (Transect plot)

b)      Yaitu metode pencuplikan contoh populasi suatu komunitas dengan pendekatan petak contoh yang berada pada garis yang ditarik melewati wilayah ekosistem tersebut

Mekanisme Pengukuran

l  Pengamatan lamun di lapangan meliputi identifikasi jenis-jenis lamun, menghitung jumlah individu (tegakan), persentase penutupan dari masing-masing spesies pada setiap transek dengan menggunakan kuadran (petak contoh berbentuk bujur sangkar)

Analisis Luas Area Penutupan Jenis Lamun

l  Penutupan lamun menyatakan luasan area yang tertutupi oleh lamun. Persen penutupan lamun dihitung dengan metode Saito dan Atobe (English et al. 1994):

C = Σ (Mi x fi)/ Σf

keterangan :

C  = Penutupan (%)

Mi = Nilai tengah kelas i

f    = Frekuensi (jumlah kisi yang memiliki nilai kelas yang sama)

EKOSISTEM MANGROVE

Mangrove berasal dari kata mangue/mangal (Portugish) dan grove (English). Suatu tipe ekosistem hutan yang tumbuh di suatu daerah pasang surut (pantai, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas pada saat air laut surut. komunitas tumbuhannya mempunyai toleransi terhadap garam (salinity) air laut. Hampir 75% tumbuhan mangrove hidup diantara 350LU-350LS. Indonesia memiliki hutan mangrove tropis terluas di dunia dengan luas sekitar 3,5 juta ha pada tahun 1996 atau sekitar 30 – 40 % jumlah seluruh hutan mangrove dunia (Ditjen Intag, Departemen Kehutanan, 1996). Hutan mangrove di Indonesia terpusat di Irian Jaya dan Maluku (38 %), Sumatra (19 %), Kalimantan (28%). Saat ini sudah mengelami kerusakan hampir 68%.

Jenis-jenis

a)      Avicenniaceae (api-api, black mangrove, dll)

b)      Combretaceae (teruntum, white mangrove, zaragoza mangrove, dll)

c)      Arecaceae (nypa, palem rawa, dll)

d)     Rhizophoraceae (bakau, red mangrove, dll)

e)      Lythraceae (sonneratia, dll)

Fungsi ekosistem mangrove

a)      Sebagai peredam gelombang dan angin, pelindung dari abrasi dan pengikisan pantai oleh air laut, penahan intrusi air laut ke darat, penahan lumpur dan perangkap sedimen.

b)      Sebagai penghasil sejumlah besar detritus bagi plankton yang merupakan sumber makanan utama biota laut.

c)      Sebagai habitat bagi beberapa satwa liar, seperti burung, reptilia (biawak, ular), dan mamalia (monyet).

d)     Sebagai daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding grounds), dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya.

e)      Sebagai penghasil kayu konstruksi, kayu bakar, bahan baku arang, dan bahan baku kertas.

f)       Sebagai tempat ekowisata.

Ancaman terhadap Hutan Mangrove

Perubahan hutan mangrove menyebabkan gangguan fungsi ekologi mangrove:

a)      Konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak, pemukiman, pertanian, pelabuhan dan perindustrian.

b)      Pencemaran limbah domestik dan bahan pencemar lainnya.

c)      Penebangan illegal.

N I C H E

Niche atau nicia atau ecological niche, tidak hanya meliputi ruang/tempat yang ditinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan: temperatur, kelembaban, pH, tanah dan kondisi lain. Tidak hanya tergantung di mana organisme tadi hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat oleh spesies lain.

Hukum Interaksi

Netral                                      :           kambing dan kucing

Kompetisi                                :           kambing dan kerbau

Predasi                                                :           harimau dan hewan kecil

Mutualisme                             :           Kerbau dan beruang

Komensalisme                         :           Anggrek dan tumbuhan

Parasitisme                              :           Hewan dan bekteri

Antibiosa/amensalisme            :           Alelopaty dari gulma

Terdapat 2 sukssesi dalam niche, diantaranya :

a)      Suksesi primer, organisme mulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan contohnya delta

b)      Suksesi sekunder, terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar sebagai contoh sebuah komunitas klimaks (stabil) hancur karena terjadinya kebakaran hutan

Faktor pembatas

Proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan, seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum. Dalam ekologi tumbuhan faktor lingkungan sebagai faktor ekologi dapat dianalisis menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut dikatakan penting jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila terdapat pada taraf minimum, maksimum atau optimum menurut batas-batas toleransinya. Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.Faktor-faktor lingkungan penting yang berperan sebagai sifat toleransi faktor pembatas minimum dan faktor pembatas maksimum yang pertama kali dinyatakan oleh V.E. Shelford, kemudian dikenal sebagai “hukum toleransi Shelford”.

SIKLUS BIOGEOKIMIA

Siklus biogeokimia atau siklus organik dan anorganik  adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus ini berfungsi untuk mengembalikan unsur kimia yang telah tepakai. Diketahui ada sekitar 100 unsur kimia di dunia, tapi hanya 30-40% yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup.

Cara nutrient masuk ke ekosistem, antara lain :

1.Weathering

2.Atmospheric Input

3.Biological Nitrogen Fixation

4.Immigration

Cara nutrient keluar dari ekosistem, antara lain :

(1). Erosion

(2). Leaching, intrusi

(3). Gaseous Losses, pembuangan berupa gas

(4). Emigration and Harvesting

Beberapa siklus yang terjadi dalam siklus biogeokimia, antara lain :

1.Siklus Nitrogen

Unsur N di Atmosfer jumlahnya hampir mencapai 80%. Bentuk atau komponen N di atmosfir dapat berbentuk ammonia (NH3), molekul nitrogen (N2), dinitrit oksida (N2O), nitrogen oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), asam nitrit (HNO2), asam nitrat(HNO3), basa amino (R3-N) dan lain-lain. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hydrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/petir (elektrisasi). Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa ammonia (NH3), ion nitrit (N02-), dan ion nitrat (N03-).

Nitrogen dalam Air Laut

Nitrogen dalam air terjadi dalam berbagai bentuk senyawa. Nitrogen yang terbanyak dalam bentuk N-molekuler (N2) yang berlipat ganda jumlahnya daripada nitrit (NO2) atau nitrat (NO3), tetapi tidak dalam bentuk yang berguna bagi jasad hidup (Davis, 1986). Nitrogen memegang peranan kritis dalam siklus organic dalam menghasilkan asam-asam amino yang membuat protein. Dalam siklus nitrogen, tumbuh-tumbuhan menyerap N-anorganik dalam salah satu gabungan atau sebagai nitrogen molekuler. Tumbuh-tumbuhan ini membuat protein yang kemudian dimakan hewan dan diubah menjadi protein hewan. Jaringan organic yang mati diurai oleh berbagai jenis bakteri, termasuk didalamnya bakteri pengikat nitrogen yang mengikat nitrogen molekuler menjadi bentuk-bentuk gabungan (NO2, NO3, NH4) dan bakteri denitrifikasi

2.Siklus Fosfor

Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organic ( pada tumbuhan dan hewan ) dan senyawa fosfat anorganik ( pada air dan tanah ). Fosfat organic dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh decomposer ( pengurai ) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi.

3.Siklus Karbon dan Oksigen

Siklus ini merupakan siklus biogeokimia yang terbesar.

Ada 3 hal yang terjadi pada karbon:

1) Tinggal dalam tubuh,

2) Respirasi oleh hewan,

3) Sampah/sisa•45%digunakan untuk pertumbuhan, 45% untuk respirasi, dan 10% untuk DOC. Karbon masuk keperairan melalui proses difusi.

April 15, 2010 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. blog nya bgus,,
    lngap bngt,,
    bntuin q bkin tgas,,,

    Komentar oleh mesty | Oktober 18, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: